VGSC logo VGSC (65) 6475 1002
Gleneagles Medical Centre
6 Napier Road, #08-06 | Singapore

English Language | Bahasa Indonesia


Layanan Bedah Umum

Dr Sanjay Nalachandran adalah ahli bedah vascular dan umum yang berkualitas. Beliau melakukan bermacam-macam prosedur bedah vascular dan bedah umum. Untuk memperkaya prakteknya, beliau mengikuti program khusus dalam estetika.

General Surgery
Bedah Umum
  • Bedah Umum Konvensional untuk penderita varises
  • Layanan Endoskopi
  • Prosedur Laparoskopi untuk kasus hernia, usus buntu dan kandung empedu
  • Stenting dan prosedur angioplasti untuk penyakit arteri perifer
  • Stenting untuk kasus aneurisma aorta toraks/abdominal
  • Bedah kasus benjolan / tonjolan
  • Pembedahan penyakit arteri perifer yaitu bypass/endarterectomy
  • Bedah kasus piles, wasir, celah dubur , haemorrhoids, anal fissures
  • Bedah untuk dialisis ginjal

Piles atau wasir adalah pembengkakan vena pada bantal anus. Bantalan anus adalah daerah yang terletak antara rektum dan pembukaan anus. Piles dapat dikelompokkan berdasarkan posisi atau keparahannya. Piles dapat terjadi internal maupun eksternal.

Piles dapat dibedakan berdasarkan keparahannya: 

Tingkat 1: Piles tingkat 1 terletak di dalam lubang anus. Piles ini tidak terlihat dan dapat menyebabkan perdarahan.

Tingkat 2: Piles tingkat 2 telah keluar dari lubang anus dan tergantung selama pergerakan buang air besar dan secara spontan kembali ke dalam lubang anus setelahnya.

Tingkat 3: Piles tingkat 3 ‘tergelincir’ selama buang air besar dan hanya dapat dikembalikan ke dalam lubang anus secara manual.

Tingkat 4: Piles tingkat 4 secara permanen berada dalam lubang anus. Piles ini biasanya agak besar, bengkak dan sakit dan memiliki gumpalan.

Piles disebabkan oleh diet rendah-serat, mengejan selama buang air besar, sembelit, kehamilan, usia dan berhubungan dengan riwayat keluarga positif.

Piles memiliki berbagai gejala:

  • Benjolan di anus

  • Gatal

  • Sensasi "gerakan tidak lengkap" usus

  • Keluar mucus

  • Pendarahan

Pengobatan

Kedokteran: :

  1. Gaya hidup
    • Meningkatkan asupan cairan
    • Hindari mengejan
    • Gerakan usus harian
    • Diet tinggi serat

  2. Obat-obatan
    • Suplemen serat misalnya Fybogel
    • Pelunak feses misalnya lactulose
    • Krim Topical/supositoria

Non bedah:

  1. Banding / ligasi-Menggunakan endoskopi, "karet" digunakan disekitar piles agar ‘menekan’ sehingga piles ‘menyusut’.

  2. Suntikan skleroterapi dengan sklerosan agar piles menyusut.

Bedah:

  1. Konvensional-piles dipotong dan pembuluh darah diikat dengan menggunakan anestesi umum. Luka-luka yang tersisa akan menyembuhkan sendiri secara alami.

  2. Stapler haemorrhoidectomy – alat melingkar yang memotong jaringan di atas piles. Piles ditarik kembali ke dalam lubang anus dan menyusut dari waktu ke waktu. Prosedur ini lebih nyaman dengan rasa sakit yang lebih sedikit, perawatan di rumah sakit lebih singkat dan periode pemulihan lebih singkat dibandingkan dengan prosedur bedah konvensional.

  3. Haemorrhoidal artery ligation -menggunakan Doppler, pembuluh darah yang memasok piles diikat dengan jahitan.

Atas

Kandung empedu adalah kantung yang terletak persis di bawah organ hati. Kandung empedu menyimpan empedu yang dihasilkan oleh organ hati, empedu disekresi ke dalam usus untuk membantu pencernaan lemak. Batu empedu muncul ketika empedu mengeras. Ada 2 jenis batu empedu, batu kolesterol dan batu pigmen. Batu kolesterol lebih umum terjadi (80%) dan biasanya berwarna kuning sedangkan batu pigmen biasanya berwarna gelap dan kecil.

Batu empedu lebih sering terjadi pada wanita (kehamilan, penggantian hormon atau pil KB).Faktor risiko lain terjadi batu empedu adalah usia, riwayat keluarga, diabetes, obat penurun kolesterol dan diet tinggi lemak/kolesterol.

Batu empedu dapat menyebabkan berbagai gejala:

  • Nyeri abdomen (biasanya abdomen kanan atas)

  • Demam / menggigil

  • Penyakit kuning 

  • Urine gelap / pucat 

Cara yang paling sensitif dan efektif untuk mendiagnosa batu empedu adalah dengan USG. Jika batu empedu menyebabkan gejala, maka diperlukan pembedahan. Banyak pasien dengan batu empedu yang tidak menimbulkan gejala, sehingga disebut batu empedu ‘diam’ dan tidak membutuhkan perawatan.

Prosedur bedah untuk batu empedu disebut Kolesistektomi. Saat ini hampir semua melakukan operasi laparoskopi atau menggunakan key-hole surgery. Dengan menggunakan insisi kecil, batu empedu dan kantong empedu dibuang. Kantong empedu adalah tempat penyimpanan empedu, dan organ ini dapat dibuang tanpa berpengaruh terhadap kesehatan. Setelah pengangkatan kantong empedu, empedu dapat mengalir langsung dari hati ke usus.

Proses pemulihan biasanya berlangsung selama 1 sampai 3 hari di rumah sakit dan pasien dapat beraktivitas normal kembali setelah 1 minggu.

Apabila ada peradangan yang parah, luka atau infeksi kandung empedu, key-hole surgery mungkin tidak dapat dilakukan sehingga perlu dilakukan operasi terbuka. Prosedur ini dilakukan dengan membuat insisi 5-6 inchi pada sisi kanan abdomen dan kantong empedu dapat dibuang. Proses pemulihannya lebih panjang dibandingkan metode key-hole karena rasa sakit akibat insisi. Operasi terbuka dilakukan pada 5-8% operasi kolesistektomi.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah cedera duktus empedu, empedu bocor, pembentukan abses, infeksi pada luka dan pendarahan.

Atas

Hernia adalah suatu penonjolan abnormal suatu struktur atau organ melalui rongga yang biasanya mengandung itu. Hernia dapat terjadi di bagian manapun dari tubuh, tetapi daerah yang paling umum adalah pada dinding perut. Organ atau "struktur" yang biasanya menonjol melalui dinding perut adalah usus atau jaringan lemak.

Ada berbagai jenis hernia:
  1. Inguinalis: adalah tipe yang paling umum dan biasanya terletak pada lipatan paha.

  2. Femoralis: Lebih umum pada wanita usia lanjut. Jenis ini juga terletak di pangkal paha dan dapat terjadi penyumbatan.

  3. Epigastrika: Terletak di garis tengah, antara pusar dan tulang dada, pada otot rektus.Biasanya berisi jaringan lemak, bukan usus.

  4. Umbilical hernia: Terletak di pusar, seringkali terlihat waktu lahir namun pada beberapa kasus dapat terjadi yang paling terkenal pada waktu lahir namun dapat terjadi belakangan.

  5. Insisional Hernia: Terletak di lokasi dimana dilakukan operasi sebelumnya. Operasi sebelumnya menyebabkan dinding abdomen lemah sehingga terbentuk hernia. Dapat terjadi pada 2-10% bedah abdominal.

Faktor risiko dan gejala:
Hernia dapat disebabkan oleh kondisi yang meningkatkan tekanan abdominal, misalnya sembelit, obesitas, batuk kronis, pewarnaan saat buang air besar dan mengangkat benda berat.

Hernia biasanya berbentuk tonjolan, dan dapat bertambah besar seiring berjalannya waktu. Tonjolan ini dapat mengecil apabila tonjolan dapat didorong kembali ke dalam kavitas normal.

Apabila hernia menyebabkan sakit dan tidak dapat mengecil atau didorong kembali, hernia disebut ‘irreducible’. Dalam situasi ini, pasokan darah pada hernia dapat terhenti dan kondisi ini disebut ‘incarcerated’. Kondisi ini adalah kedaruratan bedah.

Pengobatan

  1. Perbaikan konvensional. Tonjolan yang abnormal dikembalikan ke kavitasnya dan cacat pada dinding abdomen ditutup dengan jahitan. Operasi ini dapat menyebabkan sedikit ketegangan.

  2. Mesh repair-teknik paling umum dengan menggunakan "tension free mesh”. Mesh dijahit atau ditempatkan untuk menegakkan kembali cacat pada dinding perut. Metode ini sedikit menyebabkan rasa sakit dan kekambuhan apabila dibandingkan dengan metode konvensional.

  3. Perbaikan Laparoskopi-insisi kecil dibuat dan mesh dimasukkan untuk menegakkan kembali cacat tersebut. Metode ini tidak menggunakan sayatan besar dan secara kosmetik lebih baik. Perbaikan Laparoskopi yang perbaikan lebih cocok dilakukan pada kasus hernia inguinal bilateral atau hernia yang rekuren.


Atas
Aesthetic
Kecantikan
  • Botox injections
  • Injeksi Botox
  • Injeksi Filler
  • Perawatan untuk keringat yang berlebihan
  • Hair Removal
    Penggunaan laser adalah teknik terbaru dalam menghilangkan rambut. Laser bekerja pada tiap folikel rambut dan menyebabkan kerusakan folikel. Siklus pertumbuhan rambut terdiri dari 3 tahap: tahap anagen (pertumbuhan), tahap katagen (peralihan) dan tahap telogen (istirahat).

    Perawatan dengan laser bekerja dengan baik pada saat folikel rambut berada dalam tahap pertumbuhan. Hair removal merupakan tindakan yang aman, efektif dan hampir tidak menyebabkan rasa sakit. Hair removal dengan laser dapat dilakukan pada semua bagian tubuh seseorang, termasuk ketiak, kaki, punggung, wajah, dan leher.

    Untuk mendapatkan hasil yang optimal, prosedur dilakukan beberapa kali.

    Prosedur dilakukan dalam 4 sampai 6 minggu terpisah dan setiap orang memerlukan 4 sampai 6 sesi. Setelah beberapa kali sesi perawatan, hampir semua pasien merasakan pertumbuhan rambut yang melambat dan rambut yang tumbuh lebih halus.